Tuesday, December 29, 2015

Asal usul

Dinamit dan Hadiah Nobel
Kalian pasti sering dengar istilah hadiah nobel atau Penghargaan Nobel. Ya, nobel adalah hadiah atau penghargaan untuk para tokoh dunia yang berjasa pada bidang fisika, kimia, fisiologi, dan kedokteran, serta sastra dan perdamaian. Asal muasal ini adalah atas prakarsa atau wasiat seorang yang bernama Alfred Nobel.



Alfred Nobel sendiri seorang penemu dinamit dan pemrakarsa hadiah nobel. Ketika nobel meninggal dunia dan meninggalkan harta yang banyak, ia berwasiat agar kekayaannya digunakan untuk orang yang berjasa bagi umat manusia. Pelaksana wasiatnya adalah dua insinyur muda, Regnar Sohlman dan Rudolf Lilijequist yang mendirikan Yayasa Nobel untuk mengelola aset dan kekayaan Nobel.
Sikap Nobel mewakafkan semua hartanya demi perkembangan ilmu pengetahuan dunia yang didorong oleh rasa penyesalannya. Sebab dinamit temuannya justru banyak disalah gunakan manusia untuk memusnahkan sesama manusia. Padahal Nobel menciptakan dinamit bukan dengan maksud dan tujuan seperti itu.

Alfred Nobel sendiri lahir di Stockholm, Swedia 21 Oktober 1833. Sejak kecil ia sudah terbiasa bekerja keras. Minat utama Nobel adalah dibidang fisika, kimia dan sastra. Oleh ayahnya Nobel pernah dikirim keluar negeri untuk belajar kimia. Selama dua tahun Nobel mengunjungi Swedia, Jerman, Prancis dan Amerika Serikat. Di Paris ia bekerja di laboratorium kimiawan Prancis terkenal yaitu professor T.J Pelouze. Disini ia bertemu kimiawan Italia yang tiga tahun lebih dahulu  menggunakan nitrogleserin, yakni cairan bahan peledak yang berdaya ledak tinggi.

Pada tahun 1863, Nobel berkonsentrasi pada pengembangan nitrogliserin sebagai bahan peledak. 



Namun justru bahan peledak inilah yang merenggut nyawa adiknya, Emil dan para pekerja sehingga pemerintah melarang percobaan ini dikota Stockholm. Nobel pindah ke Danau Malaren dan memulai produksi masal pada tahun 1864.

Pada 1867 Nobel mematenkan temuannya dengan nama Dinamit. Ia juga mengembangkan sumbu ledak yang dapat dinyalakan dengan api. Usaha ini berkembang pesat. Ekspor nitrogliserin sampai keseluruh Eropa, Amerika dan Australia. Ia mendirikan pabrik dan laboratorium di 90 tempat dilebih dari 20 negara. Ia pun banyak mendapatkan pujian dan penghargaan. Atas prestasinya itu , tahun 1893 Nobel mendapat gelar sebagai profesor filsafat dari sebuah Universitas di Swedia.


Selain sebagai penemu dan pengusaha dinamit, Nobel juga dikenal sebagai seorang yang gemar menulis puisi, cerpen dan drama. Ia pun seringkali disebut sastrawan. Nobel sendiri tidak beristri hingga kematiannya pada 10 Desember 1896. Ia meninggalkan harta yang banyak dan dalam surat wasiatnya disebutkan bahwa semua hartanya digunakan untuk penghargaan dalam pencapaian fisika, kimia, fisiologi dan kedokteran, serta sastra dan perdamaian. Penghargaan itulah yang sekarang kita kenal dengan penghargaan Nobel.

No comments:

Post a Comment