Pementasan Drama
Dalam sebuah pementasa drama, seorang sutradara mengatur
jalanya pementasan. Sejak merencanakan, latihan – latihan, memilih pemain dan
semua kru panggung, mengawasi, mengatur dan mengawasi jalannya latihan sampai
pada baik buruknya pementasan.
Adapun unsur – unsur drama yaitu
- Tema, yaitu makna yang dikandung dalam sebuah pementasan atau biasa disebut sebagai suatu ide dasar sebuah pementasan. Contohnya seperti kekeluargaan, percintaan atau persahabatan.
- Tokoh atau pelaku, yaitu peluisan gambar jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah drama.
- Plot atau alur, yaitu urutan kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat. Urutan alur terdiri dari 5 fase, yaitu :
·
Perkenalan
·
Awal masalah
·
Menuju klimaks
·
Klimaks (Puncak masalah)
·
Penyelesaian.
4. Setting atau lattar, yaitu tempat, hubungan
waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya sebuah peristiwa dalam drama.
Latar tidak hanya merujuk pada tempat tetapi juga ruang, waktu, alat – alat,
benda – benda, pakaian, sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan
dengan tempat terjadinya peristiwa yang menjadi latar ceritanya.
5. Dialog, adalah percakapan antar tokoh yang ada
dalam sebuah pementasan. Dialog adalah unsur yang sangat penting dalam sebuah
drama yang dapat berfungsi untuk :
·
Mengemukakan pesoalan secara langsung
·
menjelaskan tokoh dan peran
·
menggerakkan plot maju
·
serta membuka fakta
6. Konflik, adalah masalah – masalah yang timbul
yang dapat menghidupkan sebuah drama.
7. Amanat, adalah segala sesuatu yang ingin
disampaikan pengarang yang ingin ditanamkannya secara tidak langsung kedalam
benak para penonton.
8. Bahasa, bahasa yang digunakan dalam drama
sengaja dipilih pengarang dengan titik berat fungsinya sebagai sarana
komunikasi.

No comments:
Post a Comment