Thursday, December 24, 2015

Kejuruan 6

DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol )

   DHCP adalah protocol internet yang bertugas memberikan informasi TCP/IP  secara otomatis kepada komputer dan perangkat jaringan lain yang menggunakan protocol TCP/IP. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol menejemen IP jaringan BOOTP ( Bootstrap Protocol ) dengan menambahkan kemampuan alokasi otomatis alamat - alamat jaringan yang reusable dan pilihan konfigurasi tambahan.



   DHCP menyediaka 2 fungsi utama, pertama adalah sebagai persistent storage ( media penyimpanan menetap )dari parameter - parameter jaringan bagi client. Model persistant storage dari DHCP menyatakan bahwa layanan DHCP menyimpan suatu entri key-value setiap client, dimana key merupakan pengenal unik dan value mengandung parameter konfigurasi bagi client. Pengenal unik client dapat berupa suatu nomor subnet IP dan pengenal unik dari subnet tersebut.

   DHCP mendukung 3 mekanisme alokasi IP address, yaitu

1, Metode alokasi otomatis yang memberikan IP address permanen kepada setiap client
mengalokasikan alamat jaringan client secara temporer atau permanen , mekanisme ini menjamin tidak terjadinya realokasi terhadap alamat yang telah diberikan kesuatu clint dan mencoba untuk memberikan alamat jaringan yang sama setiap kali client meminta suatu alamat. Ini berarti bahwa DHCP tidak akan memberikan alamat IP address yang sama untuk lebih dari satu node pada waktu yang sama. Bahkan setelah DHCP di reboot, DHCP tetap memelihara konfigurasi dari node.

2.Metode alokasi dinamis yang memberikan IP address kepada client untuk periode waktu terbatas atau client secara eksplisit melepas alamat tersebut.

3. Metode alokasi manual yang memungkinkan pengelola jaringan memberikan IP address kepada seorang atau lebih client.

No comments:

Post a Comment